Pengumuman
Buku Profil Gender dan Anak Tahun 2024 Klik disini untuk detail
Logo dinsos Logo pessel

Dinsos PPA

Kabupaten Pesisir Selatan

Dinsos, PPrPA Kab.Pessel melakukan Assessment kepada Seorang Anak Berusia 8 Tahun

12 Jul 2022 09:15:35 WIB 109x dibaca
Dinsos, PPrPA Kab.Pessel melakukan Assessment kepada Seorang Anak Berusia 8 Tahun

Painan - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan, Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan assessment kepada seorang anak laki-laki berusia delapan (8) tahun berinisial MT. Rabu (06/07).

Assessment dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hj.Syofiianeri.SH bersama Pekerja Sosial  (Peksos) ILSA PUTRA.S.Sos, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mande Rubiah, NADIA AFRA ULFAIRAH.S.Psi dan  Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat, NOVRINI YANTI, S.SPd. Kronologis kejadian, MT diantarkan oleh tukang ojek ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan. Ia menumpang ojek dan meminta diantar ke Surantih. Merasa ada yang janggal dengan sianak, ditanya sianak tidak bisa menerangkan dengan jelas, tukang ojek membawanya ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan dan diterima langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hj.Syofianeri.SH mengucapkan terima kasih kepada bapak tukang ojek karna tindakan bapak sudah tepat sekali, sudah mengantarkan si anak kepada kami.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hj.Syofianeri.SH bersama Pekerja Sosial  (Peksos) ILSA PUTRA.S.Sos, melakukan assessment. ke MT dari semua pertanyaan, anak mencoba memanipulasi semua jawaban. Demi kepentingan terbaik bagi anak, keterangan sianak susah dimengerti dan berbelit-belit, sembari menghubungi berbagai pihak, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menahan anak di dinas, agar anak berada di tempat yang aman. 

Beberapa jam kemudian pihak keluarga sianak datang, terungkaplah alasan mengapa anak melakukan hal tersebut, yang mana sebelumnya petugas menduga anak tersebut telah tersesat di Painan. Ternyata, anak memang berasal dari Surantih. Ikut ke Painan bersama saudara dengan maksud ingin liburan, karena di rumah saudaranya tidak ada teman sebaya, anak merasa bosan dan ingin pulang ke Surantih. Namun, saudaranya belum bisa mengantarkan karena masih bekerja dan anak nekat menumpang ojek dengan harap bisa diantarkan sampai ke rumah orang tuanya.

Setelah saudara anak datang menjemput ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan arahan dan masukan kepada keluarga sianak serta memberikan edukasi bahwa pada saat ini anak-anak rawan menjadi korban dalam kasus apa saja dan meminta kepada Orang Tua/keluarga harus eksra hati-hati terhadap penjagaan dan mengawasi pergaulan anak, kemana anak kita bermain dan apa yang mereka lakukan, dengan siapa anak kita berteman, takutnya si Anak dimanfaatkan oleh orang dewasa atau anak terlibat sindikat. Alhamdulillah MT dibawa pulang oleh keluarganya.

Penulis: dinsos

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.
Menu Aksesibilitas