Pengumuman
Buku Profil Gender dan Anak Tahun 2024 Klik disini untuk detail
Logo dinsos Logo pessel

Dinsos PPA

Kabupaten Pesisir Selatan

Finalisasi Uji Publik di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan

21 Jul 2022 16:35:29 WIB 111x dibaca
Finalisasi Uji Publik di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan

Painan - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan melakukan Finalisasi Uji Publik di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Kamis (21/07)

Nagari Sungai Pinang Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan merupakan salah satu Nagari yang dilakukan finalisasi Uji Publik, dimana kegiatan ini secara berkala dilakukan sebagai tindaklanjut dari kegiatan sebelumnya.

Selain itu, Tim dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan juga melakukan verifikasi Cek Bansos. Di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan terdapat 2 orang yang masuk dalam usulan melalui Aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial, setelah berkoordinasi dengan pihak Nagari dan Kepala Kampung, bersama dengan TKSK setempat langsung dilakukan kunjungan rumah terhadap 2 usulan tersebut.

Yusna (72 tahun) tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana yang terbuat dari papan dan atap seng, lantai semen dan di bagian dapur berlantai tanah. Memasuki dapur kecil itu terlihat sebuah tungku besi berbahan bakar kayu, lanjut ke belakang beliau menunjukkan sebuah kamar kecil yang terpisah dengan rumah dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, dengan lirih bibir tuanya berbisik meminta buatkan WC. Sehari-harinya Buk Yusna membiayai hidupnya dengan menjual jengkol yang hanya sebatang dan terlihat berbuah sedikit saja, selain itu tidak ada sumber pendapatan lain. 

Rumah kedua yang didatangi oleh Tim adalah milik seorang perempuan bernama Sakdiha (64 tahun), tinggal di rumah beton berlantai semen bersama cucunya yang masih sekolah SMA. Ibuk Sakdiha tampak kesulitan berjalan menyambut tamu yang datang karena sakit pada kakinya. Di rumah itu tidak terlihat adanya perabotan mahal yang mengisi ruangan.

Kehidupan Ibu Sakdiha hanya bergantung pada pemberian anak-anaknya yang merantau dan tidak punya pendapatan tetap, sehingga tidak mencukupi untuk biaya sehari-hari termasuk penunjang sekolah cucunya, dan ia sangat berharap mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Kepala Kampung beserta Wali Nagari menyatakan bahwa kedua warganya tersebut sangat pantas menerima bantuan.
 

Penulis: dinsos

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.
Menu Aksesibilitas