Painan - Forum Anak Daerah Kabupaten Pesisir Selatan mengikuti Bimbingan Teknis Edukasi ABS-ABK bagi Generasi Muda "GENERASI MILENIAL PENENTU PERADABAN" se- Provinsi Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat di Hotel Ocean Beach bersama Gubernur Sumatera Barat dan Bundo kandung se- Sumatera Barat. Selasa (05/07).
Forum Anak Daerah Pesisir Salatan sebanyak 8 org mewakili anak Kabupaten Pesisir Selatan, 4 org Forada aktif (kepengurusan 2022-2024) dan 4 org Fasilitator (kepengurusan Forada sebelumnya).
Kegiatan ini bertjuan memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai ABS-SBK dengan bertemakan "GENERASI MILENIAL PENENTU PERADABAN" Guna mengingatkan ke pada generasi generasi muda bahwa ABS ABK itu sangatlah penting bagi peradaban.
Pemerhati Adat dan Budaya Ratmil, mengatakan terdapat lima hal yang ditekankan dalam penanaman akhlak di Ranah Minang, diantaranya sumbang duo baleh, adat sopan santun, Budi, raso jo pareso dan tahu di nan ampek.
Adat basandi Syara’, Syara’ basandi kitabullah, Syara’ mangato adat mamakai alam takambang jadi guru (ABS SBK). Hal ini harus menjadi perhatian bersama, kontrol sosial keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan bagi generasi muda.
Tahu di nan ampek kata orang tua, ketika kita berbicara dengan orang yang lebih tua, seumuran, dan anak-anak itu berbeda, tidak bisa disamakan saja,”
Tahu di nan ampek mulai dari kato mandaki (berbicara dengan orang yang lebih tua), kato mandata (berbicara dengan orang yang seumuran), kato manurun (berbicara dengan orang yang lebih kecil), kato malereng (berbicara dengan kiasan, sindiran, bisa melalui pantun, pepatah petitih).
Generasi muda juga harus memahami sumbang duo baleh yakni pola pikir, perkataan, dan perbuatan yang salah menurut adat Minangkabau.
Semoga apa yang di dapatkan tentang ABS-ABK dapat di sampaikan ke teman sabaya sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) dan sebagai amalan dalam kehidupan sehari hari hendaknya dalam keluarga, Lingkungan masyarakat sekitarnya.
Penulis: dinsos