Painan - Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan Wendra Rovikto. S.STP. M.Si Membuka Acara Sosialisasi Partisipasi Perempuan dengan Thema "Peningkatan Pastisipasi Perempuan Dalam Masyarakat" di Rocky Plaza Hotel Padang. Selasa (21/11).
Acara dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 21 - 22 November 2023. Mengawali sambutan ini, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini, mudah-mudahan melalui sosialisasi ini dapat menambah wawasan peserta mengenai peranan perempuan, ucapnya
Berbicara tentang perempuan, tidak sedikit hasil kajian yang menyebutkan bahwa perempuan dan anak masih tergolong kelompok rentan yang sering mengalami berbagai masalah, seperti kemiskinan, bencana alam, konflik, kekerasan, dan sebagainya. Hal itu tidak hanya terjadi di indonesia, tetapi juga negara-negara lain di seluruh dunia pun di era emansipasi seperti sekarang, perempuan acapkali dianggap sebagai kelompok kelas kedua (subordinat) sehingga mereka tidak memperoleh persamaan hak dengan laki-laki. Perempuan dinilai hanya becus dalam melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan urusan rumah tangga, sambungnya
Profil perempuan indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dilematis, satu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, disisi lain muncul tuntutan agar perempuan Indonesia tidak melupakan kodrat sebagai perempuan. Situasi yang dialami para perempuan tersebut terutama para perempuan yang berkarier harus diperhitungkan, sebab setiap orang boleh memiliki peran yang setara dalam mendarmabaktikan bakat dan keahliannya bagi perkembangan Bangsa dan Negara.
Perkembangan zaman yang semakin maju menuntut peran perempuan dalam pembangunan sehingga banyak perempuan yang sudah membuktikan dalam berperan ganda atau mitra sejajar yang berhasil. Seiring berjalannya waktu, perempuan mulai bangkit membuktikan bahwasannya keberadaan mereka layak untuk diperhitungkan, mulai dari kecerdasan perempuan-perempuan Indonesia umumnya, yang telah berperan ganda dan berkiprah dalam pembangunan, tidak bisa lagi dianggap remeh karena telah turut berkontribusi terhadap pembangunan diberbagai bidang politik, hukum, budaya, ekonomi dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu, perempuan mulai bangkit dan berhasil membuktikan bahwasanya keberadaan mereka layak untuk diperhitungkan.
Kecerdasan serta kepiawaian perempuan-perempuan Indonesia, khususnya, tidak bisa lagi dianggap remeh karena telah turut berkontribusi terhadap pembangunan. Perempuan bisa menjadi aktor strategis di dalam pembangunan, tidak hanya pembangunan di desa-desa, tetapi juga pembangunan secara Nasional yang dapat mengubah kehidupan masyarakat indonesia menjadi lebih baik.
Demikian juga keterlibatan perempuan pada bidang-bidang lain, termasuk politik dan Pemerintahan. pada periode tahun 2014-2019, perempuan kian diberdayakan dengan ditetapkannya peraturan mengenai kuota 30% untuk keterwakilan perempuan dalam politik, meskipun dalam praktiknya, tidak semua perempuan yang berkecimpung di bidang politik memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan-keputusan strategis, namun setidaknya, mereka mampu merepresentasikan kehadiran serta menyuarakan aspirasi perempuan di level kebijakan pemerintah, lebih mengerucut, dalam konteks pembangunan, pengarusutamaan gender, dan pemberdayaan perempuan begitu erat kaitannya dengan memperbaiki kualitas generasi penerus bangsa. mengingat, perempuan adalah pendidik pertama di dalam keluarga.
Satu hal yang perlu digaris bawahi, tingkat pendidikan perempuan rata-rata lebih tinggi dari laki-laki. akan tetapi, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan justru sebaliknya lebih rendah dibanding TPAK laki-laki yakni hanya di angka 55%. Menyadari pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, pemerintah Indonesia membidik empat sektor utama yakni di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta terkait pencegahan kekerasan. di samping itu, langkah strategis disiapkan untuk mengatasi isu pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, sekaligus mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (sdg’s), terutama tujuan kelima yaitu kesetaraan gender.
Akhir penyampaian Wendra Rovikto, SSTP. M.Si menutup sambutannya dengan harapan melalui sosialisasi ini akan memotivasi peserta agar bisa berperan aktif dalam berbagai bidang pembangunan semoga allah swt senantiasa melancarkan dan meridhoi setiap upaya yang kita lakukan demi menciptakan kehidupan yang lebih baik, bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis: dinsos