Painan- Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Syofianeri, SH, bersama JFT Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Hilda Zuswarni, SE dan staf Mendampingi rombongan Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan perwakilan dari DP3AP2KB Provinsi Sumatera Barat dalam rangka pemberian bantuan terhadap anak korban bencana di Nagari Rantau Simalenang Air Haji Kec. Linggo Sari Baganti. Sabtu (22/06).
Kedatangan disambut oleh Kepala Kampung Bukit Kaciak Nagari Rantau Simalenang Al Masri di Kantor Wali Nagari Rantau Simalenang, sebanyak 52 anak korban bencana diberikan bantuan langsung oleh perwakilan dari Asdep Deputi Anak Kondisi Khusus yaitu Ibu Dianawati Lasmindri (JFT Perencana Ahli Madya) dan bapak Rezki Agustian Retianto (JFT Perencana Ahli Muda) bersama-sama dengan Kabid PHPA DP3AP2KB Provinsi Sumatera Barat Ibu Rosmadeli, SKM. Biomed.
Ibu Dianawati menyampaikan bahwa bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap anak korban bencana dan memberikan semangat kepada keluarga korban agar sabar dan tabah menghadapi semua ujian yang diberikan oleh Allah swt.
Ibu Rosmadeli juga menyampaikan agar pihak nagari, guru paud, bidan diharapkan dapat berperan memberikan trauma healing terhadap anak korban bencana.
Kepala Bidang PPrPA Ibu Hj. Syofianeri berharap agar bantuan yang diberikan bermanfaat terhadap penerima manfaat, walaupun tidak seberapa tapi itu bentuk kepedulian pemerintah terhadap mereka.
Pemberian bantuan sebanyak 52 paket sesuai data yang masuk dari Nagari Rantau Simalenang Dimana terdapat bantuan sesuai kategori sebagai berikut Anak usia 0-2 tahun sebanyak 11 orang, Anak usia 3-7 tahun sebanyak 14 orang, Anak usia 8-18 tahun sebanyak 21 orang, Disabilitas mental sebanyak 3 orang dan Disabilitas fisik sebanyak 3 orang.
Kepala Kampung bukit Kaciak nagari Rantau simalenang bapak Al Masri menyampaikan harapan karna masih banyaknya anak yang mengalami trauma pasca bencana atas kehilangan tempat tinggal mereka, dengan harapan ada kepedulian pemerintah untuk memberikan bantuan untuk menyediakan atau memperbaiki tempat tinggal korban yang rusak, dimana jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 10 rumah, dan rusak menengah sebanyak 60 rumah dan banyak juga yang rumah mengalami rusak ringan. Saat ini masih ada keluarga yang masih tinggal di tenda penampungan.
Kepala Kampung juga menyampaikan bahwa masih ada korban yang belum terdata mendapatkan bantuan dan mereka akan memberikan data tambahan tersebut.
Penulis: dinsos