Pengumuman
Buku Profil Gender dan Anak Tahun 2024 Klik disini untuk detail
Logo dinsos Logo pessel

Dinsos PPA

Kabupaten Pesisir Selatan

Respon Kasus Pencabulan Balita di Kabupaten Pesisir Selatan

12 Jun 2023 15:23:14 WIB 148x dibaca
Respon Kasus Pencabulan Balita di Kabupaten Pesisir Selatan

Painan - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Syofianeri, SH, Japung Penggerak Swadaya Masyarakat Novrini Yanti, S.Pd bersama Pekerja Sosial Pendamping Anak Ilsa Putra, S. Sos dan Konselor P2TP2A Nadia Afra Ulfairah, S.Psi, melakukan Assessment kepada anak inisial SS umur 20 bulan korban pencabulan oleh ayah sambungnya inisial R dari Kecamatan Lengayang. Jumat (09/06).

Respon kasus ini dilakukan bersama Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor yang dihadiri Ibu Halimeh Imah dan Balai Besar Pelatihan Dan Pendidikan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang Ibu Wetty Arieni dan Ibu Nuraziza bertempat di ruangan Sekretariat Forum Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan. Pada saat melakukan assessment anak didampingi ibu korban inisial SYS dan MS (Kakak Ibu Korban) dengan tujuan agar petugas dapat menggali dan menangani permasalahan yang terjadi, baik dari melihat tingkah laku anak maupun keterangan dari keluarga.

Hasil dari assessment komprehensif, anak mendapatkan pelayanan kesehatan meliputi medical check up dan pemeriksaan kesehatan alat vital anak guna mengetahui kondisi kesehatan anak paska pencabulan. Untuk menunjang kebutuhan sehari- hari, dipenuhi kebutuhan pokok anak dan keluarga. Ada pun bentuk bantuan yang diberikan berbentuk; sembako, nutrisi anak, sandang (pakaian dan pampers), perlengkapan tidur (kasur dan bantal) serta beberapa jenis alat permainan edukatif untuk menunjang tumbuh kembang motorik anak.

"Bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil assessment dan tinjauan kondisi keluarga di lapangan, bahwa di lapangan ditemukan Ibu Korban SYS, tinggal menumpang di rumah kakaknya MS. Sebuah kontrakan kecil jauh dari kata layak. Bahkan, untuk tidur saja mereka tidak memiliki kasur," terang Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Syofianeri, SH.

Selanjutnya untuk memberdayakan keluarga korban, Ibu korban akan diberikan bantuan modal usaha agar dapat menunjang perekonomian keluarga menjadi lebih baik.

Penulis: dinsos

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.
Menu Aksesibilitas