Pengumuman
Buku Profil Gender dan Anak Tahun 2024 Klik disini untuk detail
Logo dinsos Logo pessel

Dinsos PPA

Kabupaten Pesisir Selatan

Sosialisasi Peningkatan SDM & Pendampingan Korban Kekerasan bagi Lembaga Layanan Perlindungan PPrPA

21 May 2021 10:01:08 WIB 178x dibaca
Sosialisasi Peningkatan SDM & Pendampingan Korban Kekerasan bagi Lembaga Layanan Perlindungan PPrPA

Painan - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan, mendampingi Bupati  Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar bersama Ketua Tim Penggerak PKK, sekaligus Ketua P2TP2A, Titi Rusma Yul Anwar membuka sosialisasi peningkatan SDM dan pendampingan korban kekerasan bagi lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak kab/kota se Provinsi Sumatera Barat  di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Pesisir Selatan. Kamis (20/5).

Peserta Acara tersebut adalah Lembaga, Organisasi Perempuan dan Oganisasi  Masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan  "dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang mengacu pada UU no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, maka Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesisir Selatan mengadakan sosialisasi peningkatan SDM dan pendampingan korban kekerasan bagi lembaga layanan perlindungan perempuan dan anak kab/kota se Sumbar".  

Meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya, desakan ekonomi, lingkungan dan lainnya. Oleh karena itu bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Disebutkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumbar harus menjadi perhatian semua pihak. Upaya untuk menekan kasus tersebut membutuhkan kepedulian semua pihak, terutama dalam pengawasan terhadap anak.

"Artinya, tidak membiarkan anak bebas bergaul, karena lingkungan yang kurang sehat akan sangat mudah mempengaruhi mental anak. Kemudian dampak dari pergaulan bebas akan banyak muncul berbagai tindakan negatif  dalam keluarga," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, peran pengurus P2TP2A juga hendaknya selalu memberikan pembinaan kepada masyarakat untuk menekan terjadinya berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti pemerkosaan dan tindak kekerasan lainnya.

Menurutnya, keberadaan organisasi P2TP2A akan terus berkembang sampai ke kecamatan. Organisasi ini juga diharapkan berperan memberikan pembinaan, pelatihan dan sosialisasi tentang dampak dari perbuatan KDRT, apalagi anak yang merupakan asset masa depan yang harus mendapatkan pendidikan serta pengawasan agar mereka bisa melanjutkan cita-cita bangsa.

Selain itu, kepada orang tua diminta selalu melakukan pengawasan terhadap anak serta  memberikan perhatian dan pendidikan yang cukup, dengan harapan mereka  bisa tumbuh menjadi anak bangsa yang berkualitas serta hidup layak ditengah-tengah masyarakat.

 

Penulis: dinsos

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.
Menu Aksesibilitas